Mengenal Hotel Majapahit dari dahulu hingga sekarang

 

    Hotel Majapahit Surabaya bukan cuma hotel mewah bintang lima—tapi juga tempat yang penuh cerita dan jadi saksi sejarah penting Indonesia. Lokasinya strategis banget, di tengah kota Surabaya, tepatnya di Jl. Tunjungan. Awalnya hotel ini berdiri sekitar tahun 1910 atau 1911 dengan nama Hotel Oranje, didirikan oleh Lucas Martin Sarkies, yang juga dikenal sebagai pendiri Raffles Hotel di Singapura. Desain bangunannya dibuat sama arsitek asal Inggris, James Afprey, dengan gaya kolonial dan sentuhan Art Deco, yang makin keliatan waktu lobi direnovasi tahun 1936.

    Pada Waktu jaman pendudukan Jepang, hotel ini ganti nama jadi Hotel Yamato dan dipake sebagai markas militer Jepang. Nah, salah satu momen bersejarah yang pernah terjadi di sini adalah Insiden Bendera tanggal 19 September 1945. Waktu itu, sekelompok Belanda ngibarin bendera Merah-Putih-Biru di atas hotel. Tapi pejuang Indo naik ke atas dan ngerobek bagian birunya, biar tinggal Merah Putih aja. Aksi ini jadi simbol perlawanan dan nyulut semangat rakyat Surabaya buat ngelawan penjajah. Setelah proklamasi, nama hotel sempet berubah jadi Hotel Merdeka, terus tahun 1946 diganti lagi jadi L.M.S. Hotel waktu keluarga Sarkies balik ngelola. Baru di tahun 1969, hotel ini diambil alih sama Mantrust Holdings Co. dan dikasih nama baru: Hotel Majapahit, ngambil inspirasi dari kejayaan Kerajaan Majapahit. Tahun 1994, hotel ini direnovasi besar-besaran sama pengusaha Harry Susilo, dan katanya biaya renovnya sampai $51 juta. Tapi kerennya, bangunan lamanya tetep dipertahanin dengan gaya art deco dan art nouveau yang elegan banget. Interiornya juga mewah: ada marmer dari Belanda, tiang kayu jati, chandelier klasik, dan kamar Presidential Suite yang konon salah satu yang paling gede di Asia Tenggara. Ada skylight dari kaca patri juga yang bikin makin wah. Fasilitasnya? Lengkap! Ada kolam renang outdoor, spa, gym, restoran, WiFi gratis, sampe layanan wedding. Kamarnya juga nyaman, udah ada AC, TV, kamar mandi dalam, hair dryer, dan sofa. Beberapa tipe kamar malah ada bathtub sama living room-nya juga.

    Hotel ini juga deket banget ke tempat-tempat hits kayak Tunjungan Plaza, Grand City Mall, dan tempat wisata kayak House of Sampoerna atau Museum Surabaya. Mau ke Stasiun Gubeng atau Bandara Juanda juga gampang banget.Karena nilai sejarahnya yang tinggi dan bangunannya yang unik, Hotel Majapahit udah ditetapin sebagai cagar budaya sejak 2014. Sekarang hotel ini udah jadi ikon Surabaya—bukan cuma tempat nginep, tapi juga simbol perjuangan dan kejayaan masa lalu yang masih berdiri gagah di tengah kota. Ratingnya juga tinggi di mana-mana, dari 4.7 sampe 9.2, nunjukin kalo tamu-tamunya pada puas sama pengalaman nginep di sini. Pokoknya, kalo kamu lagi nyari tempat nginep di Surabaya yang mewah, bersejarah, dan punya vibes klasik, tempat ini recommended banget.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kota Lama Surabaya

Sosialisasi program LPKS